29 Desember 2021

UMT DAN UMSB DUKUNG EKOPARK SEBAGAI TEACHING INDUSTRY KEPARIWISATAAN DAN INDUSTRI KREATIF PTMA SE-INDONESIA

Usaha Model Hidupkan Ranting Majukan Persyarikatan

Untuk Indonesia Hebat

Oleh:

Dr. Zalzulifa, M.Pd

 

 

  1. PENDAHULUAN

Alhamdulillan Ranting Muhammadiyah Paninjawan telah resmi terbentuk berdasarkan SK PCM Kecamatan X Koto Diatas No. 18/KEP/III.0/D/2021, tanggal 25 Zulhijjah 1442 H atau 4 Agustus 2021 M.  Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Ranting  Mulyadi, S.Ag, M.Pd No: 003/PRM/09/2021 tanggal 20 September 2201 telah pula dibentuk organ struktur pengurus masa jabatan 2021-2026. Sebagai orang yang dimandatkan dalam struktur penasehat tentunya sangat berkepentingan agar setiap rencana aksi yang direncanakan sukses tanpa menghadapi kendala yang berarti. Untuk itu, patut disyukuri bahwa dalam masa-masa awal berdiri dalam hitungan  lima bulan sejak Agustus sampai Desember 2021 sudah banyak capaian kemajuan yang diperoleh antara lain: (1) Diperolehnya surat ikrar wakaf lahan 5 ha Senin tanggal 22 Nopember 2021 dari Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bapak Burhan Ali, S.Pd Dt. Bagindo Kotik dan diterima langsung oleh Ketua Harian PRM Paninjasan A. Thibrani, A.Md  dan disaksikan para saksi antara lain: A. Nasrul AZizi, Sukwan Hanfi, srta disetuji oleh Datuak Pucual enam suku, yaitu: Khairun Dt, Pnghulu Dirajo, Yusra Rski Dr Sutan Majolelo, A. Dt Sinaro, Hasan Basri Dt Mudo, M. Dt Rajo Nan GAdang, Dt. Kondo Marajo.

 

Sesuatu yang sangat menggembirakan adalah adanya dukungan dari dua perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dibuktikan dengan surat Rektor No: 1029/II.3/AU/D/2021, 3 Jumadil awal 1443H/ 7 Desember 2021M. Sebagai perguruan tinggi yang sama-sama memiliki Fakultas Pariwisata tentunya sangat berkepentingan dengan adanya  Gagasan Pembangunan Ekopark baik sebagai obyek pembelajaran industry (Teaching Industry) maupun sarana penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Oleh sebab itu, izinkan penulis dalam hal ini menyampaikan pokok-pokok pemikiran arah kebijakan pembangunan Ekopark  baik selaku Dekan di Fakultas Parinkraf UMT maupun sebagai penasehat di organisasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nagari Paninjawan.

 

 

  1. EKOPARK DALAM VISI BARU PTMA

Semua Perguruan TInggi mencoba merumuskan ulang visinya agar sejalan dengan kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.  Demikian pula halnya Universitas Muhammadiyah sebagai salah satu dari 167 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah (PTMA) mulai tahun 2021 sepakat dengan visi barunya Menjadi Perguruan Tinggi Kelas Dunia yang Islami berbasis Green Industry. Visi ini tentu saja harus mampu diterjemahkan pada tingkatan fakultas dan program studi dimana saat ini UMT memiliki 8 fakultas, 32 program studi dan 4  program studi tingkat pascasarjana. Sejalan dengan rumusan visi baru UMT maka Urgensi Ekopark dan Inkubator Bisnis Dalam Peta Jalan Menuju Akreditasi Unggul dan Perguruan Tinggi Kelas Dunia. Dalam hal ini, penulis mencoba melihat dari aspek kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menerjemahkannya dalam bentuk penyediaan fasilitas dan infrastruktur pendukung kearah terwujudnya visi baru UMT tersebut. Melalui keberadaan infrastruktur yang memadai berharap Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif (Parinkraf-UMT) akan mampu mewujudkan visinya dengan tagline Scouting the Indonesia Creativepreneur  to be Worldwide Communities atau Memandu Wirausaha Kreatif Indonesia Menjadi Warga Dunia.

 

Meskipun dalam usia masih muda (3 Tahun), Fakultas Parinkraf-UMT mencoba menuangkan konsep Ekopark Parinkraf dalam bentuk animasi stiteplan yang didalamnya terdapat visualisasi bangunan sarana pembelajaran berbasis alam diatas lahan 5 ha Bukit Kacang Tenggih Desa Paninjawan Solok Sumatera Barat. Semoga dengan semangat kebersamaan dan tim yang kompak serta doa dari para mahasiswa serta masyarakat pada umumnya, keberadaan ekopark dan inkubator bisnis sebagai penciri fakultas mampu membawa Prodi-prodi yang ada di Fakultas Parinkraf Beakreditasi Unggul.dan Berkelas Dunia.. Selain menjadi penciri dari adanya teaching industry bagi program studi sekaligus etalase kemajuan industry kreatif Indonesia dalam bentuk kampung dunia berbasis digital, keberadaan ekopark tentunya menjadi gambaran berbagai upaya pencapaian visi fakultas sebagai lembaga unggul dan berdaya saing global (Renstra 2020-2028) yang berusaha diwujudkan melalui milestone yang ditetapkan untuk mencapai visi yaitu internal legacy (2017-2020), national awareness (2020-2023), regional efficiency (2023-2026), global competitiveness (akhir 2028), dan Excellent Coopetition & Collaboration (2028-selanjutnya).  

Rencana pengembangan kelembagaan adalah sangat penting pada tahap awal berdirinya sebuah organisasi baru, karena melalui strategi pengembangan kelembagaan yang tepat organisasi diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara terarah dan terencana. Pada tahap awal (2018), fokus pengembangan diarahkan untuk membentuk sistem organisasi dan tata kerja fakultas yang efisien, efektif dan fungsional sehingga semua potensi sumber daya manusia dapat terakomodasi kedalam struktur organisasi. Peta jalan pengembangan kelembagaan Parinkraf dapat digambarkan sebagamana ilustrasi berikut:

 ilustrasi

Dari bacaan peta jalan diatas, publik sadar bahwa dunia mengenal tiga gelombang perkembangan ekonomi yang dimulai dari ekonomi berbasis pertanian, industry, dan informasi teknologi. Perubahan tata peradaban dunia dewasa ini begitu cepat, belum selesai kita terkagum-kagum dengan kecepatan gelombang ekonomi yang berbasis teknologi informasi pada saat bersamaan secara tidak sadar telah hadir di tengah masyarakat dunia apa yang oleh Richard Florida dalam bukunya “The Rise of the Creative Class” disebut masyarakat kreatif, yaitu kelompok masyarakat yang tata pencahariannya berbasis kepada ekonomi kreatif. Apa itu ekonomi kreatif? Ekonomi Kreatif adalah nilai tambah ekonomi yang bersumber dari kreativitas individu yang memiliki pengetahuan, teknologi dan seni-budaya untuk menghasilkan barang, jasa ataupun karya seni. Kelas masyarakat kreatif inilah yang saat ini mulai tumbuh di berbagai negara termasuk di Indonesia, dan dipredikasi akan memberikan warna baru dalam tata kehidupan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan di masa depan.

 

Sesuai dengan sifatnya dapat diprediksi bahwa tataran ekonomi kreatif akan tumbuh dalam waktu lama dan bahkan dapat dikatakan tidak akan pernah berhenti apalagi dibatasi oleh sekat waktu, ruang dan batas-batas negara. Sejalan dengan pergerakan masyarakat kreatif tersebut maka sebagai bagian dari pergaulan komunitas global, Parinkraf-UMT berupaya ikut mendorong tumbuhnya komunitas kreatif melalui pendekatan belajar berpikir kreatif membangun masyarakat cerdas, bermartabat dan mandiri. Untuk itu, kehadiran Parinkraf-UMT menjadi bagian dari upaya nyata organisasi Muhammadiyah berpartisipasi dalam: (1) Mengembangankan industri kreatif secara nasional, regional dan internasional, dan (2) Memainkan peran nyata dunia pendidikan dalam menjawab tantangan kebutuhan industri kreatif, terutama dalam penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM).

 

Untuk memberikan gambaran rasionalitas pembentukan Fakultas Parinkraf maka dalam dokumen Renstra (2020-2028) telah disusun peta jalan (roadmap) Parinkraf dalam rangka menyiapkan SDM melalui lembaga amal usaha pendidikan muhammadiyah selama satu sampai sepuluh tahun mendatang. Untuk jangka waktu sepuluh tahun kedepan berharap bagi  empat program studi yang saat ini (S1-Pariwisata, D3-Periklanan, S1-Transportasi, S1-Desain Komunikasi Visual).

 

 

  1. EKO-PARK SEBAGAI GALERY MAUPUN PUSAT STUDI

Yang dimaksud fungsi gallery dalam konteks pembangunan ekopark adalah adanya sarana pembelajaran berbasis alam didukung berbagai fasilitas yang dapat dijadikan sebagai miniatur kampung dunia (global village) dengan  saung ikon animasi 16 subsektor industri kreatif. Selain saung industry kreatif, diatas lahan tersebut juga akan berdiri bangunan utama dalam bentuk kapan pesiar dengan fungsi homestay atau penginapan lengkap dengan ruang belajar dan ruang pustaka dengan 15 ruang pertemuan utama yang didedikasikan untuk para tokoh pimpinan muhammadiyah. Kelima belah figur tokoh pembelajar yang sukses hantarkan Muhammadiyah sebagai ormas berkamajuan dan dikenal dunia sebagai organisasi modern tersebut, antara lain:

No

Nama/Periode

Foto

No

Nama/Periode

Foto

01

K.H. Ahmad Dahlan (1912-1923),

 KH. Ahmad Dahlan

09

KH Faqih Usman

(1968-1968);

 

02

K.H. Ibrahim

(1023-1934);

 

10

K.H. A.R. Fachruddin (1968-1990);

03

K.H. Hisyam

(1934-1937);

 

11

K.H. Ahmad Azhar Basyir (1990-1995);

 

04

K.H. Mas Mansur (1937-1942);

 

12

Prof. Dr. H. Amien Rais (1995-1998);

 

05

Ki Bagoes Hadikoesoemo (1942-1953);

 

13

Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif (1998-2005);

 

06

Buya A.R. Sutan Mansur (1953-1959);

 

14

Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin MA

(2005-2015);

 

07

K.H. M. Yunus Anis (1959-1962);

 

15

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. (2015-2020)

 

08

K.H. Ahmad Badawi (1962-1968);

 

 

 

 

Tonton Video animasi siteplan Ecopark Parinkraf with Indonesian Next Generation di http://youtu.be/-5CpApkSERQ

 

Melalui Ekopark, kehadiran UMT sebagai sebuah perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi potensi pendorong tumbuhnya sentra-sentra industri kreatif berbasis kearifan lokal melalui berbagai penelitian terapan maupun pengabdian masyarakat. Dengan kemampuan komunitas intelektual (warga muhammadiyah) yang ada dan jaringan amal usaha pendidikan (+ 70 amal pendidikan SD, SMP, SMK) maka diharapkan dapat diperoleh karya-karya inovatif yang teruji untuk dikembangkan, sehingga berdampak pada peningkatan kreativitas dibidang industri kreatif serta peningkatan jumlah hak paten, serta berbagai kegiatan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal nasional/internasional, kebijakan publik dan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi perkembanagn industri keratif di Indonesia. Artinya UMT dapat menjadi titik picu kedepan akan tumbuh dan berkembang masyarakat kreatif (dari tanah Jawara menuju Juara) sebuah kelas masyarakat yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional demi terwujudnya kesejateraan bangsa.

 

Bersamaan dengan itu, perlu kiranya untuk mulai dipikirkan bersama secara terencana agar Parinkraf-UMT kedepan tidak hanya akan berkontribusi dalam proses pembelajaran secara akademik, akan tetapi dapat berperan sebagai lembaga perlindungan dan penghargaan atas hak cipta produk-produk kreativitas untuk menghindari maraknya pembajakan yang melemahkan semangat berkreasi masyarakat kreatif dewasa ini. Perlindungan atas hak kekayaan intelektual akan memberikan rasa keadilan termasuk keadilan ekonomi bagi pelaku sektor kreatif. Keadilan ini merupakan kunci peningkatan insentif untuk berkarya dan memicu pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Akhirnya dari semua ini adalah bagaimana implementasi dari pengembangan Industri Kreatif oleh UMT menuju kecemerlangan sebuah bangsa. Berikut gambaran potensi pengembangan Jurusan dan Program Studi dalam Struktur Organisasi Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif.

.

Sebagai Pusat Studi, Eko-Park sekaligus juga bisa berfungsi sebagai gerai miniatur kampung dunia (global village) Desa Wisata dan Kampung Digital.. Bidang Penelitian. Adapun dalam konteks peran sebagai miniatur kampung dunia, branding nama club komunitas kreatif setidaknya terdapat enam belas mascot animator beserta ilustrasinya. Berikut ikon animator masing-masing komunitas kreatif yang menjadi tagline objek dampingan Catur Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Fakultas Pariwisata dan Indusrtri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang. 

 

 

No

Ikon Anmasi

Komuniats Kreatif

Ilustrasi Ikon Animasi

01

Advy

Komunitas Periklanan

 

02

Fothy

Komunitas Fotografi

03

Publy

Komunitas Penerbitan

04

Printy

Komunitas Percetakan

05

Packy

Komunitas Pengemasan

06

Devy

Komunitas DKV

07

Crafty

Komunitas Kerajinan

08

Culinary

Komunitas Kuliner

09

Filmy

Komunitas Perfileman

10

Styly

Komunitas Kerajinan

11

Feshy

Komuitas Fesyen

12

Animacy

Komunitas Animasi

13

Archy

Komunitas Aristektur

14

Rady

Komunitas Radio

15

Tivy

Komunitas Televisi

16

Travy

Komunitas Wisata

17

Trapy

Komunitas Transportasi

 

Sebagai miniatur kampung dunia (global village), VISI ekopark Parinkraf tentu saja ingin Menjadi Perkampungan Wisata dan Industri Kreatif Model  Dakwah Islam Berkemajuan Sebar manfaat bagi Dunia. Visi ini akan diterjemahkan kedalam bentuk Program Aksi, antara lain: Pusat Wisata dan Kuliner Int'l,  Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) dan Area Kemah Pandu Dunia (Scout Camp). Bahkan sebagai upaya penerapan sekolah alam (School of Universe) di atas lahan 5 hektar sebagaimana saran pelaku usaha ekowisata dapat dibuat kavling masing-masing 150 meter dengan bangunan sawung, setiap kavling 6 (3 ratu bawor, 3 musangking, 3 duri hitam) batang  durian. 

 

Fungsi sekolah alam dan tahfiz qur’an serta klinik kesehatan juga dimungkinkan dengan adanya berbagai fasilitas pendukung, antara lain: Ada kebun cabe, Ada kebun pisang, Ada kebun talas, Ada singkong, Ada ubi jalar, Ada pepaya, Ada jagung. Selain itu, juga bisa dibuat suasana alami kegiatan, antara lain:  Ada budi daya keong, Ada budi daya lele, Ada sapi, Ada bio gas, Ada kambing, Ada ayam petelur, Ada kalkun, Ada angsa, Ada kuda, Ada rusa. Ini semua adalah percontohan kampung embargo (mandiri) dimana semua kegiatan libatkan masyarakat setempat dengan membentuk berbagai komunitas kreatif setingat desa sebagaimana saaat ini sudah adan komunitas GEMPA

  1. (Generasi Muda Paninjawan).

     

     

    1. EDIBRACONEMS TAGLNE INKUBATOR HIDUPKAN RANTING MAJUKAN PERSYARIKATAN UNTUK INDONESIA HEBAT

     

    EDIBRACONEMS adalah akronim dari terminology Educatings | Innovatings | Bridgings | Brandings | Actuatings | Collaboratings | Networkings I Modellings I Servings. Edibraconems sudah menjadi kata tagline yang disepakati menjadi rumusan indicator kinerja dari program aksi Pusat Inkubasi Binis dan Usaha (IBU) Pandu Hizbul Wathon. Kata ini semakin menginspirasi penulis ketika hadir dalam rangkaian acara Pameran Potensi Desa yang dilaksanakan oleh Kementrian Desa Tertinggal di Jakarta Convention Centre, dari tanggal 13 s.d 15 Oktober 2016. Tulisan ini disusun sebagai upaya sosialisasi kerangka pikir yang penulis sampaikan dalam kapasitas tanggung jawab seorang pendidik yang menangani Unit Inkubasi Bisnis Kemahasiswaan Politeknik Negeri Media Kreatif (2016-2018) sementara dalam organisasi Asosiasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDESINDO) menggawangi Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Desa serta dilingkungan Universitas Muhamamdiyah Tangerang menjadi Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif dan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten. Semoga kerjasama formal kelembagaan antara Polimedia, Parinkraf UMT, Bumdesindo, Pemda akan semakin meringankan setiap tahapan perjuangan mendorong tumbuhnya kelas kreatif melalui desa membangun bangsa dalam bingkai kebhinnekaan tunggal ika. 

    Berbekal pengalaman pragamatis membangun ekonomi kreatif warga Baduy dalam wadah organisasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM-PWM) Banten, tampaknya tagline  Gerbang Emas Desa sejalan dengan tagline EDIBRACONEMS yang tentunya identik dengan nama gadis desa yang gampang diingat sehingga berterima dalam masyarakat luas. Tagline ini juga pernah diperkenalkan dihadapan tim penyusun pedoman penilaian mandiri Kabupaten Kota Kreatif oleh Badan Ekonomi Kreatif secara nasional (2016).  Kegiatan asesmen mandiri tersebut dapat dituangkan melalui misi EDIBRACONEMS (Educatings, Developings, Innovatings, Brandings, Bridgings, Actuatings, Collaboratings, Organizings, Networkings, Empowerings, Modellings, Servings) yang secara terminolgi megandung makna sebagaimana dijelaskan dalam skema dibawah ini.  Dengan tagline ini, IBU Pandu Hizbul Wathon tentunya melihat adanya korelasi input, proses, output dan outcome dunia pendidikan tinggi terhadap potensi terbentuknya kota kreatif dan desa wisata melalui jejaring 178 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Apalagi dengan potensi kemitraan sesama PTMA lainnya yang memiliki program studi kepariwisataan (UMS Sumbarat, UM-Aceh, EM Jember),  artinya, keberadaan amal usaha Pendidikan, amal usaha Kesehatan dan amal usaha ekonomi berupa Baitul Tamwil Muhammadiyah yang ada di tingkat kabupaten kota bisa diandalkan sebagai penopang terbentuknya berbagai kota kreatif maupun desa wisata di Indonesia. Berikut ilustrasi capaian kinerja pendidikan tinggi dalam mendorong tumbuhnya desa kota kreatif dan desa kota wisata di Indonesia.

     

      EDIBRACONEMS boleh jadi menjadi Indikator Kinerja Luaran (IKL) yang ditetapkan melebihi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Keberadaan lembaga IBU adalah bentuk kongkrit  sinergi dengan persyarikatan muhammadiyah hasil rakor Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Banten, Majelis Pemberdayan Masyarakat (MPM), Majelis Pendidikan Kader (MPK), dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Madikdasmen), tanggal 2 Maret 2019 dalam rangka memajukan persyarikatan muhammadiyah di Banten. Dari aspek tata kelola, tagline ini menjadi alat kontrol dan kendali atas 12 capaian kinerja, antara lain: Educatings (Pendidikan); Developing (Pengembangan), Inovatings (Inovasi), Brandings (Membangun Brand), Bridgings (Penghubung), Actuatings (Pelaksanaan), Collaboratings (Kerjasama), Organizings (Organisasi Pembelajar), Networkings (Jejaring), Empowerings (Pemberdayaan), Modellings (Permodelan), Servings (Jasa Layanan). 

     

    1. MENGENALI POTENSI WISATA DAN INDUSTRI KREATIF

    Untuk penerapan tagline inkubator EDIBRACONEMS perlu kiranya mengenali enam belas subsector industry kreatif yang dapat saja menjadi bagian dari obyek wisata berdasarkan motif wisatawan, lokasi tujuan, dan perjalanan. Di Indonesia ada berbagai jenis tempat wisata yang tentunya sering kita kunjungi, antara lain: pantai, taman, laut, hutan, pegunungan, pusat perbelanjaan atau mall, tempat bersejarah, museum, sentra kuliner, danau, waduk, situ, kolam renang, alun-alun, pemandian air panas, kebun binatang, air terjun, taman bunga dan buah, dan lain sebagainya. Dalam konteks pembelajaran di dalam dan luar kampus yang dapat dirancang sebagai proyek kerjasama Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh dosen dan mahasiswa, berikut informasi tentang jenis-jenis tempat wisata lainnya.

     

    1. Wisata Bahari

    Wisata bahari dikenal juga dengan sebutan wisata maritim atau wisata tirta. Wisata ini pun berhubungan dengan olahraga yang dilakukan di air, seperti di pantai, danau, teluk. Kegiatan yang biasa dilakukan saat melakukan wisata bahari adalah memancing dan berselancar, berlayar, melakukan lomba balap mendayung, snorkeling, menyelam dan melakukan pemotretan di bawah air. Dalam menyelam, kita bisa melihat betapa indahnya pemandangan di bawah laut. Di nusantara terdapat pula taman laut yang bisa kita nikmati keindahannya. Potensi wisata bahari Indonesia antara lain terdapat di Kepulauan Seribu, Raja Ampat, Danau Toba, Mentawai, Pulau Bali, laut Kepulauan Maluku, dan sebagainya. Sementara untuk negara maritim yang juga mempunyai potensi wisata bahari seperti Fiji, Hawaii, dan Tahiti.

    1. Wisata Budaya di Indonesia

    Melakukan wisata budaya bertujuan untuk menambah wawasan serta pandangan hidup seseorang. Dalam wisata budaya, terutama ke luar negeri, kita bisa melihat cara hidup masyarakat di negara tersebut, mempelajari adat istiadat, kesenian, dan kebudayaan mereka. Wisata budaya juga bermanfaat untuk memperkenalkan kebudayaan negeri sendiri ke kancah internasional dan sebaliknya (memberi informasi/membagikan info mengenai kebudayaan dan adat istiadat negeri yag baru saja dikunjungi ke negara kita). Dengan kata lain, melakukan pertukaran seni dan budaya. Seperti, seni musik, seni tari, seni drama.

     

    1. Wisata Pertanian

    Wisata pertanian merupakan perjalanan wisata ke lokasi pertanian, melihat pembibitan di ladang, perkebunan. Biasanya dilakukan dalam rangka studi atau dapat pula hanya sekedar berjalan-jalan menikmati hijaunya tanaman dan segarnya udara. Mata akan segar kembali dengan pemandangan berupa sayuran segar berwarna-warni, melongok bibit aneka sayur, dan bertualang di perkebunan yang sejuk.

     

    1. Wisata Buru

    Wisata buru ini bisa dilakukan di negara yang mempunyai daerah hutan yang dapat dijadikan tempat berburu. Tentunya tidak berburu secara sembarangan, ya. Melainkan mengikuti aturan pemerintah tentang batas wilayah perburuan dan jenis binatang apa saja yang boleh diburu. Untuk Indonesia sendiri, pemerintah telah membuka wisata buru di wilayah Jawa Timur, tepatnya di Baluran. Hewan yang boleh diburu adalah babi hutan dan banteng. Sementara di luar negeri, wisata buru dapat kita lakukan di berbagai daerah di benua Afrika. Hewan yang boleh diburu ialah jerapah, gajah, singa, dan lain-lain. Untuk India, hewan yang boleh diburu adalah macan dan badak.

     

    1. Wisata Ziarah

    Jenis wisata ini berkaitan dengan sejarah, adat istiadat, dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat setempat. Kebanyakan dilakukan oleh rombongan daripada perorangan. Tujunanya ke tempat suci, makan orang yang dianggap berkuasa atau suci/makam orang besar, pemakaman tokoh terkenal, bukit dan gunung keramat yang sarat legenda, dan sebagainya. Banyak dihubungkan dengan niat dari wisatawan tersebut, misalnya ingin meminta restu dan petunjuk dari ilahi bahkan ada yang memohon kekayaan. Sebagai contoh adalah orang muslim yang berkunjung ke tanah suci atau pemakaman para wali, seorang katholik melakukan wisata ziarah ke vatikan, untuk penganut budha akan berkunjung ke Nepal, Tibet, atau India. Di Indonesia sendiri juga banyak tempat yang dikujungi oleh orang-orang yang memiliki maksud tertentu seperti yang telah disebutkan di atas antara lain mengunjungi Candi Borobudur, Gunung Kawi, makam Wali Songo, Prambanan, pura Basakih Bali, makam Soekarno, dan lain-lain.

     

    1. Wisata Cagar Alam

    Wisata yang dikenal juga dengan wisata konservasi ini dilakukan dengan mengunjungi taman lindung, cagar alam, wilayah yang kelestariannya dilindungi oleh undang-undang. Kebanyakan para pecinta alam yang melakukan wisata ini. Bagi yang suka memotret, sangat cocok melakukan wisata sejenis ini. Ada banyak tumbuhan dan satwa yang unik dan indah, dapat dijadikan sebagai objek foto. Suasana lingkungan yang segar, asri, sangat mendukung untuk melakukan relaksasi. Jadi pikiran lebih fresh dan rileks. Tempat wisata cagar alam contohnya adalah Cagar alam di Pulau Bali yaitu Kebun Raya Eka Karya dan Taman Nasional Bali Barat.

     

    1. Wisata Konvensi

    Wisata konvensi ini lekat dengan politik. Contohnya adalah bangunan tempat musyawarah, persidangan, dan pertemuan yang dilakukan secara nasional atau internasional. Misalnya pusat kongres internasional di Berlin, Gedung Senayan di Jakarta, Filipina memiliki Philippine International Convention Center.

     

    1. Wisata Sejarah

    Mengunjungi berbagai peninggalan dan situs sejarah. Bagi yang suka dengan arkeologi dan informasi yang berkaitan dengan sejarah/masa lampau, datanglah untuk berwisata sejarah ke candi, museum, benteng, atau melihat prasasti.

     

    1. Wisata Alam

    Jenis wisata yang dilakukan dengan obyek wisata berupa keindahan alam sekitar. Mata kita akan dimanjakan dengan keadaan alam yang menakjubkan dan sangat indah. Wisata alam yang dapat kita lakukan antara lain mendaki, berkemah. Alam diciptakan begitu luar biasa oleh Tuhan. Keanekaragaman flora dan fauna yang ada di sana sungguh menarik dan unik sehingga dapat memancing mata orang-orang untuk terus memandang. Beberapa pesona wisata alam seperti pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, danau, dan sebagainya.

     

    1. Wisata Religi

    Melakukan wisata religi dengan mengunjungi tempat khusus umat beragama, makam, tempat beribadah. Bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Seperti melakukan wisata ke Masjid Istiqlal, Jakarta, bagi yang beragama muslim. Atau Gereja Katedral bagi penganut Kristen katholik.

     

    1. Wisata Pendidikan

    Wisata pendidikan ini disebut juga dengan wisata edukasi dan banyak dilakukan oleh anak-anak dan sekolah. Tujuan dari wisata pendidikan merupakan sebagai sarana penunjang pelajaran yang telah diberikan di sekolah. Wisata pendidikan diharapkan membuat anak lebih mudah memahami materi pelajaran. Wisata edukasi ini biasanya dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Pada dasarnya anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka belajar di kelas setiap hari, pasti akan mengalami kejenuhan atau bosan. Disinilah perlu dilakukan wisata edukasi. Wisata edukasi tidak harus mahal atau ke tempat yang jauh, lho. Bisa dilakukan kapan saja. Wisata edukasi memiliki komsep yang berbanding terbalik dengan belajar di kelas. Kalau belajar di kelas hanya teori saja, tetapi dengan wisata edukasi anak-anak dapat melihat dan merasakan secara langsung apa yang ada di sekitarnya, atau benda-benda yang biasa mereka lihat hanya di gambar, ini bisa lihat kenyataannya. Dengan adanya wisata edukasi anak diharapkan untuk bisa tumbuh minatnya terhadap suatu hal, serta dapat menunjang materi pelajaran yang ada di sekolah.

     

    <h

Artikel Terkait

0 Komentar

Kontak Kami

ah_g_1.png
  • Telepon : -
  • Email : info@prmpaninjawan.or.id
  • Alamat : Jorong/ Dusun Balansiah, Nagari/Desa Paninjawan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

Informasi

div class="sidebar-nav">

Pencarian

Social Media

Statistik